Skip to main content

Hubungan Kesejahteraan Guru & Kualitas Pendidikan

Berbagai studi menegaskan bahwa kesejahteraan guru berkorelasi erat dengan mutu pendidikan. Guru yang memperoleh penghasilan layak lebih termotivasi mengajar, berinovasi, dan membimbing murid dengan penuh semangat.


World Bank (2020) menulis, negara-negara dengan sistem pengelolaan guru yang baik menunjukkan hasil pendidikan lebih tinggi. OECD (2021) dalam Education at a Glance juga mencatat, kesejahteraan guru menjadi salah satu faktor terpenting dalam kualitas pembelajaran.


Tantangan Kesejahteraan Guru di Indonesia

Meski pemerintah terus meningkatkan alokasi anggaran pendidikan, kesenjangan kesejahteraan guru masih terasa. Beberapa tantangan yang dihadapi:


  • Tingginya jumlah guru honorer
    Menurut BPS (2023), lebih dari 37% guru di Indonesia belum berstatus PNS, sehingga pendapatan mereka tidak tetap.
  • Kesenjangan penghasilan antarwilayah
    Guru di kota besar sering mendapat tunjangan lebih baik dibanding daerah terpencil.
  • Terbatasnya akses pelatihan
    Banyak guru kesulitan mengikuti pelatihan karena biaya atau lokasi yang jauh.


“Nasib guru honorer tak hanya soal gaji, tapi juga bagaimana mereka mendapat kesempatan berkembang,” tulis Kompas.com (2023).

Guru Dua Digit Menuju 2030

Melihat kenyataan bahwa kesejahteraan guru di Indonesia masih jauh dari ideal, sementara peran mereka begitu krusial dalam membentuk masa depan bangsa, Yayasan Guru Masa Depan melalui program Guru2Digit hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui berbagai langkah nyata, mulai dari penggalangan dana, program pelatihan, hingga kolaborasi dengan pihak swasta, agar para guru memperoleh dukungan yang layak dan terus mengembangkan kompetensinya.

Menuju 2030

Juni 2025

Seleksi 100 Guru Muda

Proses seleksi melibatkan pemangku kepentingan yang terdiri dari pengelola kampus dan satuan pendidikan yang memiliki bibit unggul guru entrepreneur muda.

Juli 2026

Implementasi 100 Guru Muda

Setelah menyelesaikan program pembinaan selama 1 tahun, implementasi penempatan 100 guru entrepreneur muda selama 3 tahun masa kerja, di 100 sekolah penerima manfaat yang akan berdampak pada 10,000,- siswa dengan target 90% diantaranya mengembangkan portofolio bisnis sebelum lulus SMA, 

Agustus 2026

Pendirian PKBM Berbasis Entrepreneur BEBAS SPP

Proses pemilihan lokasi di berbagai daerah dilakukan pada Bulan Juli 2026, hingga proses pendirian dan proses akreditasi pendidikan kesetaraan jenjang SD, SMP dan SMA. 

Juli 2027

Perekrutan 3,000 Guru Muda

Seleksi tahap ini bertujuan untuk memperluas kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa yang memenuhi kriteria Guru2Digit  yang ingin menjadi guru entrepreneur muda berpenghasilan dua digit. 

Juli 2028

Implementasi 3,000 Guru Muda

Setelah menyelesaikan program pembinaan selama 1 tahun, implementasi penempatan 3,000 guru entrepreneur muda selama 3 tahun masa kerja, di 3,000 sekolah penerima manfaat yang akan berdampak pada 300,000,- siswa dengan target 90% diantaranya mengembangkan portofolio bisnis sebelum lulus SMA, 

Juli 2029

Pemberian Beasiswa Perkuliahan I

Implementasi beasiswa perkuliahan S1 dan S2 bagi guru yang berhasil mencetak 100% dari seluruh murid didiknya menjadi entrepreneur muda sebelum lulus SMA.

Juli 2030

Pemberian Beasiswa Perkuliahan II

Implementasi beasiswa perkuliahan S3 bagi guru yang berhasil mencetak 100% dari seluruh murid didiknya menjadi entrepreneur muda sebelum lulus SMA.

Donasi Anda Masa Depan Bangsa

Wujudkan Guru Berpenghasilan Dua Digit!